Perhatian 1 Oktober, 6 Bank Siap Tinggalkan Transaksi Tunai di Tol

KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali menegaskan mulai 1 Oktober 2017 seluruh ruas jalan Bali Mandara akan menerapkan elektronifikasi pembayaran. Enam bank pun siap meninggalkan transaksi tunai dengan beralih ke uang elektronik (unik).
Kepala KPw BI Bali Causa Iman Karana mengatakan, Bali menjadi pionir penerapany elektronifikasi pembayaran di jalan tol. Elektronifikasi jalan tol tidak hanya bermanfaat bagi pengguna namun juga bagi operator jalan tol.
” Bagi pengguna pembayaran secara nontunai akan memberikan rasa aman karena jumlah yang dibayar akurat, sesuai dengan tarif. Sementara itu dari sisi bagi operator, elektronifikasi jalan tol akan menekan paling tidak empat risiko yaitu kecurangan, salah penghitungan , penerimaan uang palsu dan keamanan pengumpulan uang tunai,” katanya.
Pak Cik biasa ia disapa menjelaskan untuk mensukseskan pembayaran tol secara nontunai ini terdapat beberapa perbankan yang bekerja sama dengan Jasa Marga Bali Tol (JBT) yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri, BPD Bali, BCA dan BTN.
Untuk itu masyarakat diajak untuk segera melakukan pembelian uang elektronik tersebut sejak jauh-jauh hari demi kenyamanan saat kebijakan nontunai diberlakukan.
“Penjualan uang elektronik tersebut tudak hanya dilakukan di kantor cabang masing-masing bank tetapi juga toko-tiko ritel dan si gerbang tol,” ujarnya.
Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, Akhmad Tito Karim mengatakan elektronifikasi pembayaran mulai 1 Oktober 2017 mulai pukul 14.00 wita.
“Pada jam 2 sore tersebut semua transaksi gunakan elektronik dan siap meninggalkan bayar tunai,” katanya.
Ia menegaskan secara teknis elektronifikasi transaksi nontunai telah siap. JBT telah selesai menambah sembilan GTO sehingga sekarang swluruh gardu tol sudah otomatis.
Jalan Tol Bali Mandara memiliki 20 gardu, 11 GTO dan sembilan tunai atau non GTO.
“Dengan selesainya penmabahan GTO ini , jalan tol Bali Mandara tercatat sebagai jalan tol pertama di Indonesia yang seluruh gardunya sudah GTO. Itu berarti 100 persen elektronifikasi transaksi tol sudah siap ditwrapkan,” paparnya.
Tito mengimbau kepada masyarakat khususnya pebghuna jalan tol untuk segera memiliki uang elektronik, selalu di saku debgan saldo cukup. Perbankan juga diharapkan memperluas jaringan penjualan dan isi ulang uang elektronik.
Sementara itu Regional CEO XI Mandiri Bali dan Nusa Tenggara, R. Erwan Djoko Hermawan mengatakan, berdasarkan data per Juni 2017, jumlah kartu beredar nasional mencapai 9,6 juta kartu dengan jumlah transaksi nasional mencapai Rp 385,7 juta transaksi sehingga nominal transaksi nasional menembus Rp 2,5T triliun.
“Kartu terjual di Bali mengalami progres yang positif terlihat pada Juni 2017 mencapai 928 kartu, Juli naik menjadi 772 kartu, Agustus1.804 kartu dan sampai dengan 27 september sudah mencapai 12.826 kartu. Total penjualan 16.330 kartu sampai saat ini,” paparnya.
Ia mengatakan transaksi di tol sampai dengan September mencapai 4.600 transaksi per hari. Ia menerangkan saat ini stok 1000 kartu. “Minggu ini datang 5.000 kartu, komitmen pengadaan kartu selanjutnya 30 ribu kartu,” ungkapnya.
Hal sama dikatakan Pemimpin BRI Kanwil Bali NTB dan NTT Dedi Sunardi, pihaknya sudah siap mendukung Bali menjadi pionir penghunaan uang elektronik si jalan tol. Untuk mensukung hal tersebut, bank sudah menyiapkan berbagai kemudahan mulai kartu hingga cara top up baik didapatkan di bank maupun cobranding dengan perusahaan ritel hingga di channel di ATM mauoun bisa melalui mobile banking.
Di tempat sama Pemimpin BNI Kanwil Bali NTB dan NTT Putu Bagus Kresna mengatakan, terkait top up BNI memberikan beberapa kemudahan bagi masyarakat. “Pengisian top up gratis di BNI mulai 10 ribu,” jelasnya. (IB-414)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *